Pada hari Sabtu (23/12), Jurusan Teknik Lingkungan IST AKPRIND menginisiasi kerjasama dalam upaya tersedianya payung hukum untuk melaksanakan kerjasama-kerjasama di bidang lingkungan hidup. Kerjasama ini dalam bentuk penandatanganan Nota Kesepahaman dengan LSP-LHI sebagai payung kerjasama diselenggarakan di Auditorium IST AKPRIND.

Pada kesempatan ini ditandatangani Perjanjian Kerjasama atau MoU antara LSP-LHI dengan IST AKPRIND Yogyakarta dan MoA antara LSP-LHI Jurusan Teknik Lingkungan IST AKPRIND. Kerjasama yang akan dijalin menyangkut dengan penyelenggaraan pengembangan sumberdaya manusia yang berkaitan dengan fungsi masing-masing pihak. Dalam kesepahaman tersebut LSP-LHI mendukung pendirian Tempat Uji Kompetensi (TUK) mandiri yang bisa dimanfaatkan mahasiswa, dosen maupun masyarakat umum di bidang lingkungan hidup serta menyelenggarakan sertifikasi kompetensi di bidang lingkungan hidup yang sertifikatnya nanti akan diterbitkan oleh Badan Nasonal Sertifikasi Profesi (BNSP).

4-712x440

Dr. Tasdiyanto Rohadi, SP., M.Si., C.IEA selaku Ketua LSP-LHI menyampaikan pelaksanaan pelatihan, workshop, kuliah umum yang berkaitan dengan kegiatan pengembangan sumberdaya manusia di bidang lingkungan hidup serta pertukaran sumberdaya manusia dan informasi dalam rangka pelaksanaan kegiatan dan pengembangan kedua institusi. Dalam kesempatan tersebut hadir pula Dr. (cd) Joko Christanto, M.Sc, C.EIA salah satu assesor LSP-LHI yang juga Ketua Penyusun AMDAL di LSP-LHI.

WhatsApp Image 2017-12-23 at 12.59.52

Sesaat setelah penandatanganaan MoU dan MoA, Dr. Tasdiyanto Rohadi, SP., M.Si., C.IEA memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan. dalam kuliah umum tersebut, beliau menyampaikan bahwa pemerintah saat ini berupaya untuk mencari formula yang tepat dalam menghadapi permasalahan lingkungan. Sehingga nantinya dapat ditemukan formula yang tepat dalam mengelola lingkungan hidup Indonesia kedepan. Salah satu buktinya adalah adanya penggabungan antara lingkungan hidup dengan kehutanan. Walaupun dengan latar belakang ilmu yang berbeda, namun penggabungan lingkungan hidup dengan kehutanan dapat diupayakan dengan pembenahan melalui sumberdaya manusianya. Sehingga Kompetensi dan profesionalitas menjadi hal mutlak yang harus mulai dibangun mulai saat ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here